ASEAN 2026: Apa Yang Bisa Kita Nantikan?

Dok. AP

Kursi ketua ASEAN telah berganti ke negara anggota ASEAN yang lain. Tahun ini, Filipina menjadi pemegang kursi keketuaan ASEAN. Sebelumnya, pada tahun 2025, Malaysialah yang menjadi ketua blok regional yang satu ini.

Jadi, apa sih yang perlu kita ketahui dari keketuaan ASEAN tahun ini?

Apa Nih Temanya?

Tahun ini, ASEAN memiliki tema berupa “Navigating Our Future, Together”. Hal ini tentu sesuai dengan jiwa ASEAN mengingat eratnya keterhubungan antarnegara-negara anggotanya. 

Tidak hanya itu, hal ini juga kian relevan di tengah tatanan global yang berombak bak laut. Untuk mengarungi ombak tersebut, tentu negara-negara anggota ASEAN perlu menempuhnya bersama-sama.

A Look at the Logo

Dok. ABS-CBN

Duta Besar Filipina untuk ASEAN memaparkan bagaimana logo tersebut merupakan ekspresi terhadap tujuan, konektivitas, dan ketahanan bersama ASEAN. Dengan mempertimbangkan sejarah dan hubungan lintas komunitas yang terbentuk dalam ASEAN, kepemimpinan Filipina akan merefleksikan komitmen bersama ASEAN di tengah ketidakpastian global.

What’s on the Menu?

Dalam kepemimpinan tahun ini, Filipina membawakan tiga prioritas, yakni:

  1. Perdamaian dan keamanan: Menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan kerja sama yang lebih kuat.
  2. Koridor kesejahteraan: Membangun koneksi yang mendalam melalui integrasi ekonomi, transformasi digital, pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif.
  3. Pemberdayaan masyarakat: Mendorong identitas dan komunitas bersama dalam ASEAN serta melindungi kelompok yang rentan.

Special Occasion 

Tidak hanya itu, kepemimpinan Filipina tahun ini juga bersamaan dengan ulang tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia. Instrumen ASEAN yang satu ini memiliki peran penting dalam membentuk hubungan atau prinsip dalam ASEAN, baik antarnegara anggota maupun dengan negara-negara mitra ASEAN lainnya.

Noteworthy Challenges

Akan tetapi, berbagai prioritas dan tujuan yang hendak diraih itu dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah satunya adalah tatanan global yang kian menyaksikan berbagai gejolak serta konflik. 

Berbagai hal tersebut tentu akan menjadi PR yang berat bagi ASEAN, terutama Filipina sebagai ketua, mengingat besarnya dampak yang dibawakan serta pertanyaan akan apa yang bisa diperbuat ASEAN.

Terlepas dari berbagai pertanyaan hingga pesimisme, ASEAN tidak “hidup” selama hampir 6 dekade dengan hanya menutup diri dan pasrah terhadap berbagai gejolak global. Seperti babak-babak sejarah sebelumnya telah menunjukkan, ASEAN telah membuktikan kapasitasnya untuk beradaptasi dan merespons terhadap berbagai gejolak baik dalam kawasan maupun di luar kawasan.

All in all, ASEAN still has the capacity to act.

Tim Redaksi

Scroll to Top