Apakah Donald Trump Seorang Diktator? Mari Kita Ulik Bagaimana Gaya Kepemimpinan Donald Trump

Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Presiden Donald Trump menuai berbagai kontroversi atas sejumlah kebijakannya. Pemberian grasi kepada demonstran 6 Januari, sikap terhadap Federal Reserve, serta penggunaan kewenangan eksekutif dalam kebijakan perdagangan dan keamanan memicu perdebatan luas.

Sebagian pihak menilai langkah tersebut sebagai ekspansi kekuasaan eksekutif, sementara pendukungnya melihatnya sebagai kepemimpinan yang tegas. Lantas, apakah gaya kepemimpinan Trump mencerminkan kecenderungan kediktatoran atau otoritarian?

Pertama-Tama, Apa Itu Diktator? 

Menurut Robertson (2015), diktator merupakan suatu pemimpin yang memimpin bukan atas kehendak rakyat, melainkan atas kehendak dan kemauan sendiri. Biasanya, pemimpin diktator mempunyai klik yang diisi oleh anggota partai, rekan kerja, jenderal dan penasihat andalan sang pemimpin. Untuk mempertahankan posisinya, pemimpin diktator akan memimpin dengan tangan besi melalui penindasan terhadap para oposisi dan kebijakan yang menguntungkan sang pemimpin walaupun mengorbankan hak rakyat.

Contoh diktator adalah Joseph Stalin (Uni Soviet), Pol Pot (Kamboja), Augusto Pinochet (Chile), dan Fidel Castro (Kuba). Contoh diktator pada literatur dan video game termasuk Big Brother (1984 – Orwell), Norsefire (V for Vendetta), Napoleon (Animal Farm),  dan Captain Ahab (Limbus Company)

Kebijakan Trump yang Menuai Kontroversi

Sejumlah kebijakan Trump sejak kembali menjabat memicu kontroversi:

  • Memberi grasi kepada demonstran 6 Januari 2021
  • Menerapkan tarif perdagangan luas melalui kewenangan eksekutif
  • Meningkatkan operasi imigrasi dengan dukungan National Guard
  • Menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk diadili di AS atas dakwaan federal

Langkah-langkah ini memicu perdebatan tentang batas kewenangan presiden dalam sistem Separation of Powers serta implikasinya terhadap hukum internasional dan hak sipil.

Bagaimana Gaya Kepemimpinan Trump? 

Menurut analis psikologi politik Audrey Immelman, Trump memiliki karakter ambisius, kompetitif, dominan, dan berorientasi pada kemenangan. Ia juga dinilai impulsif dan cenderung menantang norma institusional. Paul Klein menambahkan bahwa kepemimpinannya lebih fokus pada kemenangan jangka pendek dibandingkan dengan strategi jangka panjang yang konsisten.

Karakter ini tercermin dalam agenda “Make America Great Again” yang menekankan prioritas nasional di atas kerja sama global.

Jadi, Apakah Trump Termasuk Seorang Diktator? 

Tidak, tetapi beberapa aspek nondemokratis dapat terlihat dalam gaya politiknya.

Menurut Levitsky dan Ziblatt (2018), Trump dapat dikatakan sebagai demagog dengan tabiat otoriter, tetapi tidak termasuk seorang diktator. Diktator bekerja dengan kekuasaan total, tetapi Amerika memiliki sebagian unsur demokrasi dan otoritarianisme. Oleh karena itu, Amerika mulai masuk ke semacam hybrid regime yang mengandung unsur otoriter dan demokrasi dalam satu rezim politik. 

Ambisi Kuasa vs Checks and Balances

Lebih lanjut, beberapa pengamat menyatakan bahwa pola kepemimpinan Trump menunjukkan ciri khas populisme otoriter: konsolidasi kekuasaan, retorika anti-oposisi, dan penggunaan aparat negara secara agresif. Ada yang menyebutnya sebagai gejala kemunduran demokrasi (democratic backsliding). Namun, sistem checks and balances AS masih menjadi penyeimbang penting.

In the end, Trump bukan diktator sepenuhnya, tetapi juga bukan pemimpin yang sepenuhnya demokratis. Terlebih belakangan ini, kebijakannya cenderung otoriter dengan tujuan sentralisasi kekuasaan. Christopher Browning lebih lanjut berpendapat bahwa “Walaupun Amerika tidak akan terjerumus ke dalam rezim diktator seperti Eropa karena sistem demokrasinya lebih stabil dan kuat, tetapi pada akhir kepresidenan Trump, Amerika dapat menjadi sebuah illiberal democracy, yaitu suatu demokrasi yang tidak sepenuhnya bebas/liberal.

Menurut kalian, apakah Trump seorang diktator?

Sumber:

Epstein, Kayla (22 November, 2025), “’I’ll be cheering for him’: Takeaways from Trump and Mamdani’s surprisingly cordial meeting” BBC.

Gabbatt, Adam (1 September 2025), “Donald Trump says he is not a dictator. Isn’t he?” The Guardian

Hoffman, Stanley; Gordon, Philip (2004) “Review of Paxton, Robert (2004), “The Anatomy of Fascism” Alfred A. Knopf Publishing, Foreign Affairs

Immelman, Audrey (August 2020), “The Personality Profile and Leadership Style of U.S. President Donald J. Trump in Office” 

Klein, Paul (2025), “What Type of Leader is Donald Trump?” Forbes.

Levitsky, Steven; Ziblatt, Daniel (2018), “How Democracies Die”, Penguin Publishing House

Novikoff, Marc, “How to Tell If Your President Is a Dictator”, The Atlantic

Robertson, David  (22 April 2015). A Dictionary of Modern Politics. Routledge.

Trouilliard, Stephanie (7 March 2025), “What parallels do historians see between the Trump administration and the Nazi regime?” France24

Worthy, Ben (September 1, 2025). “The Fascism of Donald Trump”. Political Insight. 16 (3): 31–33.

Tim Redaksi

Scroll to Top