Bagaimana “CNN Effect” Ikut Menyetir Kebijakan Luar Negeri?

Media Massa dalam HI

Pada awal 1990-an, muncul istilah “CNN effect” yang menyatakan bahwa media massa memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan luar negeri.

Media massa meningkatkan eksposur terkait isu, agenda-setting, menciptakan perdebatan, dan mendorong pemerintah negara untuk mengambil keputusan. Meski menggunakan istilah “CNN”, efek ini merujuk pada semua media massa. 

Peran Media Massa

Melalui kekuatan narasi berita, informasi mengenai peristiwa di tempat jauh dapat diketahui masyarakat di mana saja. Hal ini menimbulkan kedekatan emosional, seperti pada isu Palestina.

Ahli kajian media asal Inggris, Piers Robinson (2013) juga telah membuktikan bahwa ada hubungan positif antara liputan berita dan alokasi bantuan kemanusiaan. 

Sejarah “CNN Effect” 

Sejak masa Perang Dingin, kanal berita sudah sangat memengaruhi arah kebijakan luar negeri.  Peristiwa besar, seperti kerusuhan di Lapangan Tiananmen dan kejatuhan Tembok Berlin, diketahui banyak orang di dunia karena liputan berita televisi. 

Meski fenomena ini sudah ada sejak lama, istilah “CNN effect” muncul secara resmi dalam konteks Krisis Kurdi 1991. Pada saat itu, Amerika Serikat dan Britania Raya berencana menarik pasukan karena enggan untuk membantu masyarakat Kurdi yang memberontak setelah Perang Teluk berakhir. Namun, pemberitaan CNN mengenai kejahatan perang Saddam Hussein, pemimpin Irak, terhadap masyarakat Kurdi mendorong kedua negara tersebut untuk mengubah kebijakan luar negerinya. 

Contoh “CNN Effect”

Pemberitaan mengenai kelaparan dan krisis kemanusiaan di Irak pun mendorong Amerika Serikat untuk meluncurkan Operation Provide Comfort pada 1991. Operasi ini merupakan intervensi kemanusiaan pertama yang dilakukan atas persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Selain Irak, beberapa kasus lain pun menunjukkan keberhasilan “CNN effect”. Pada awal 1990-an, pemberitaan terhadap perang saudara di Somalia mendorong Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, untuk mengirimkan lebih dari 28 ribu pekerja kemanusiaan. 

Media Massa dan Opini Publik 

“CNN effect” juga menunjukkan bahwa media massa bisa membentuk opini publik. 

Ketika Al-Qaeda menyerang World Trade Center dalam peristiwa 9/11, media cetak, seperti New York Times dilaporkan mengalami lonjakan penjualan karena merilis edisi khusus mengenai aksi teror tersebut. Kanal televisi besar, seperti ABC, NBC dan CBS bahkan meliput peristiwa ini selama 24 jam tanpa iklan selama 11–15 September 2001. 

Adanya pemberitaan masif ini menciptakan “moral shock” sehingga publik Amerika Serikat menuntut pemerintahan Bush untuk bertindak. Tekanan psikologis ini akhirnya menciptakan kebijakan Global War on Terror. 

“Al Jazeera Effect” dan Suara Global South

Selain “CNN effect”, sekarang muncul istilah baru, yaitu “Al Jazeera effect”, diambil dari nama kanal berita buatan Qatar.

Istilah ini menekankan peran kanal berita di dunia non-Barat karena media massa Barat, seperti CNN, sering kali memiliki bias yang kuat terhadap negara-negara maju. “Al Jazeera effect” menyatakan bahwa “CNN effect” bisa terjadi di negara-negara berkembang (Global South) yang suaranya selama ini “tidak didengar” oleh Barat. 

Kelemahan “CNN Effect” 

Meskipun begitu, “CNN effect” ataupun “Al Jazeera effect” ini juga sering diperdebatkan. 

Banyak pihak menuduh media massa melakukan propaganda. Media massa kadang terlalu “memaksa” pemerintah untuk bertindak sehingga menimbulkan istilah seperti “mediapolitik” dan “policy forcing”. Terlebih lagi, informasi dari media massa tersebar dengan sangat cepat sehingga belum tentu akurat. 

Media massa juga belum tentu berpihak dengan publik. Kadang, media massa bisa “disetir” oleh kepentingan elite politik. 

Beberapa pihak juga merasa bahwa “CNN effect” tidak menciptakan kebijakan yang “cukup”. Di Irak, misalnya, krisis kemanusiaan tidak terselesaikan karena Amerika Serikat menetapkan zona larangan terbang (no-fly zone) untuk mengamankan wilayah tertentu saja. 

Akibat faktor-faktor ini, banyak jurnalis dan akademisi merasa bahwa “CNN effect” lebih sering gagal daripada berhasil. Keberhasilan media massa tergantung pada penerimaan publik dan pemerintah domestik. 

Meski demikian, “CNN effect” tetap menandai pergeseran dari dominasi aktor negara dalam hubungan internasional. Media massa kini adalah aktor yang dipertimbangkan, khususnya dengan meluasnya agenda demokrasi pasca-Perang Dingin. 

Tim Redaksi

Scroll to Top