Dok. Reuters
SINGAPURA – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menemui Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Jumat (10/4) guna membahas energi kedua negara atas dampak dari perang AS-Israel dan Iran.
Kunjungan kerja selama 3 hari dari 9-11 April 2026 ini dinilai penting sebab bagi Australia sebab Singapura menjadi pemasok 90% minyak bumi olahan utama serta bahan bakar jet, sementara Singapura turut mengimpor gas alam cair (LNG) dari Australia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mempererat kerja sama keamanan energi akibat konflik di Timur Tengah dan telah menghasilkan sebuah pernyataan bersama. Kedua pemimpin tersebut juga mengatakan bahwa negara mereka sedang berupaya untuk membuat protokol yang mengikat secara hukum mengenai pasokan penting di bawah perjanjian perdagangan bebas.
“Kita sedang dilanda ketidakpastian global, dan dalam waktu seperti ini, kepercayaan, kemitraan, dan kerja sama dengan negara tetangga jauh lebih penting dari yang sebelumnya. Relasi ini sangat penting untuk keamanan energi kedua negara,” ucap Anthony Albanese. Hal sama juga turut dikatakan oleh Perdana Menteri Singapura, “Kami akan tetap menjaga agar hubungan dagang antara dua negara saling lancar.“
Oleh karena itu, baik Singapura maupun Australia berkomitmen untuk bekerja sama selama krisis guna mendukung sistem perdagangan multilateral yang tangguh dan berbasis aturan yang menopang stabilitas selama periode gangguan global.



