WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump memprediksi perang AS-Israel akan segera berakhir dalam 2 hingga 3 pekan ke depan.
“Saya pikir dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga,” ucap Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (31/3). “Kami akan pergi karena tidak ada alasan bagi kami untuk terus melakukan ini.” Ia menyatakan bahwa AS telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan penyelesaian krisis Selat Hormuz kepada negara-negara lain.
Di hari yang sama, ia juga menyampaikan bahwa operasi militer akan berakhir dengan atau tanpa kesepakatan dengan Teheran. “Saya memiliki satu tujuan. Mereka tak akan punya senjata nuklir. Dan tujuan ini sudah tercapai.”
Guna membahas keberlanjutan perang tersebut, Sekretaris Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Selasa (31/3) menyampaikan bahwa pihaknya dan Iran telah melakukan pertukaran pesan yang mengindikasikan adanya kemungkinan pertemuan kedua belah pihak.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (1/4) menyatakan bahwa pihaknya memiliki keinginan untuk mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat, dengan syarat adanya jaminan bahwa konflik tidak akan terulang di masa mendatang.
“Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, dengan syarat kondisi-kondisi penting terpenuhi, terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi,” ucapnya. “Solusi untuk menormalkan situasi adalah penghentian serangan agresif mereka.”
Menentang pernyataan Trump, Menlu Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa tidak ada negosiasi meski Araghchi mengakui terdapat kontak dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff berupa pertukaran pesan, bukan sebuah pembicaraan formal. Sebaliknya, Iran bersiap untuk berperang setidaknya selama 6 bulan mendatang. “Presiden AS perlu mengubah pendekatannya. Anda tidak dapat berbicara kepada masyarakat Iran dengan ancaman dan tenggat waktu,” tegasnya. “Rekomendasi kami adalah agar perang ini selesai sebelum menimbulkan berbagai kerusakan.”



