Dari Darurat Energi hingga Status Myanmar, Ini Bocoran KTT ASEAN dari Menlu Filipina

Dok. SiPalingHI! Media/Aisyi

JAKARTA — Pada Diskusi Publik yang diselenggarakan FPCI yang berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Filipina di Jakarta, Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa P. Lazaro di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada Kamis (23/4), dia menyoroti agenda dan teknis pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pada bulan Mei mendatang. 

Dalam jumpa pers setelah diskusi publik berlangsung, Lazaro menyebutkan bahwa konferensi tingkat tinggi akan berlangsung selama satu hari pada 8 Mei mendatang. Ia juga menambahkan bahwa tidak akan ada dokumen yang akan ditandatangani dan akan diterima sebagai catatan karena telah diproses dalam ASEAN Senior Officials’ Meeting oleh menteri luar negeri dan menteri terkait dari tiap-tiap negara anggota.

“Waktunya sangat singkat. Kami membuatnya hanya menjadi satu hari karena adanya darurat energi akibat krisis di Timur Tengah,” ujarnya.

Lazaro menyebutkan bahwa dalam keketuaan pada tahun ini, Filipina akan membawa agenda yang berfokus pada keamanan energi, kedaulatan pangan, dan perlindungan warga negara anggota ASEAN dalam tema besar “Navigating Our Future Together”.

Mengenai partisipasi Myanmar dalam konferensi tingkat tinggi tahun ini, Lazaro menegaskan bahwa telah diputuskan dalam retret pada Januari lalu bahwa Myanmar masih belum mematuhi Konsensus Lima Poin sehingga wakil yang akan berpartisipasi berasal dari “birokrasi sipil tertinggi”.

Tim Redaksi

Scroll to Top