Dok. Tempo English
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan lawatan diplomatik strategisnya ke Rusia dan Prancis. Kedatangan Kepala Negara di Tanah Air disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran pejabat negara di Pangkalan Halim Perdanakusuma pada Rabu (15/5). Dalam kunjungan ini, Prabowo membawa “oleh-oleh” kerja sama dari Eropa Barat maupun Timur.
Di Moskow, dialog bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin pada Senin (13/3) difokuskan pada penguatan kemitraan strategis, khususnya pada sektor energi, ekonomi, hingga antariksa. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membenarkan adanya pembelian minyak dari Rusia.
“Situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” ujar Prabowo.
Menutup lawatannya, Presiden Prabowo disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam kunjungannya ke Istana Elysée, Paris, pada Selasa (14/4). Kedua pemimpin negara tersebut mengunci kesepakatan penguatan kerja di berbagai sektor krusial.
Selain memantapkan pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, Jakarta dan Paris juga menyepakati kerja sama transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif.
“Hubungan antara keduanya telah erat sejak Presiden Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga saat ini,” tegas Setkab Teddy.
Namun, publik juga menyoroti “bebas aktif” Indonesia ketika Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Menteri Perang Pete Hegseth ketika Prabowo berada di Moskow. Sjafrie dan Hegseth telah mengumumkan adanya “Major Defense Cooperation Partnership” dengan komitmen untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan di wilayah Indo-Pasifik. Meski begitu, publik juga menyoroti izin pesawat tempur AS untuk melintasi wilayah Indonesia, yang masih dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia.



