Ukraina Harapkan Turkiye Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai

Dok. Anadolu Ajansi

KYIV – Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha berharap Turkiye bersedia untuk menyelenggarakan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, disertai kemungkinan hadirnya Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. Pernyataan ini ia sampaikan melalui wawancara pada Minggu (19/4). “Kami telah menghubungi Turkiye untuk mempertimbangkan agar dapat mengadakan perundingan antara Presiden Zelenskyy dan Putin, dengan partisipasi Presiden Erdogan dan Trump apabila dimungkinkan. Kami siap untuk pertemuan tersebut,” ucap Sybiha. 

Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, sebelumnya telah mengatakan bahwa pihaknya siap menyelenggarakan pertemuan untuk negosiasi tentang Ukraina, baik perundingan teknis maupun di tingkat tertinggi. 

“Telah disampaikan dalam  komunikasi antara presiden kami dengan Putin dan Zelenskyy, kesediaan Turkiye untuk menyelenggarakan pembicaraan, termasuk di tingkat tertinggi. Namun, situasi di sini tidak hanya bergantung pada keinginan kami, tetapi juga pada kemauan semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Langkah ini mencerminkan keinginan Ukraina untuk melibatkan mediator internasional yang memiliki pengaruh signifikan dalam mencapai resolusi konflik, sekaligus menjadi inisiatif diplomatik yang signifikan.

Menurut Fidan, kesediaan Turkiye untuk menjadi tuan rumah perundingan damai antara Rusia dan Ukraina telah disampaikan pihaknya dalam beberapa kesempatan kepada pimpinan dua negara berkonflik tersebut. 

Diketahui delegasi Rusia dan Ukraina, dengan keikutsertaan Amerika Serikat, telah menggelar tiga kali pembicaraan pada tahun 2026. Terakhir, pertemuan tersebut berlangsung di Jenewa pada 17-18 Februari. Dengan kesediaan Turkiye, inisiatif ini diharapkan dapat membuka kembali jalur komunikasi yang efektif

Tim Redaksi

Scroll to Top