Kunjungi Myanmar, Menlu Thailand Sebut Ada “Pertimbangan Baik” Bagi Aktivis Aung San Suu Kyi

Dok. Reuters

NAYPYIDAW – Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing pada Rabu (22/4) dan mengangkat pembahasan tentang kemungkinan “pertimbangan yang lebih baik” untuk aktivis sekaligus peraih Nobel Perdamaian dari Myanmar Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi diketahui telah ditahan sejak terjadinya kudeta pada tahun 2021 guna menjalani masa tahanan selama 27 tahun. Selama ini, otoritas Myanmar membatasi komunikasi antara Suu Kyi dengan pihak keluarga, tanpa memberikan informasi jelas mengenai keberadaan sang aktivis berusia 80 tahun tersebut.

Usai pertemuan dengan Presiden Myanmar, Phuangketkeow sampaikan bahwa pihaknya dan ke-11 negara anggota Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) khawatir dengan kesejahteraan Suu Kyi sebagai tahanan. “Banyak negara anggota ASEAN khawatir dengan kesehatan Aung San Suu Kyi. “Pertimbangan baik” sedang dibicarakan oleh pihak Myanmar, sehingga ini menjadi pertanda baik”, ungkapnya setelah bertemu dengan Hlaing. 

Serangkaian pelanggaran telah menjadi dasar bagi penangkapan Suu Kyi, termasuk motivasi politik untuk menjatuhkan pemerintah, penghasutan, korupsi, kecurangan pemilu, dan pelanggaran terhadap undang-undang rahasia negara. 

Bersama dengan hal tersebut, Menlu Thailand juga turut mendukung kembalinya Myanmar untuk berpartisipasi penuh dalam ASEAN melalui keterlibatan bertahap.

Tim Redaksi

Scroll to Top