Jelang Pemilu, Dua Mantan PM Israel Sepakat Lengserkan Netanyahu

Dok. Reuters

TEL AVIV – Dua mantan perdana menteri Israel sepakat berkoalisi untuk menghadapi pemilihan umum (pemilu) di Israel tahun ini. Langkah ini diambil demi melengserkan petahana Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel. Diketahui, dua politisi tersebut mendirikan partai baru bernama Beyahad di bawah kepemimpinan Bennett.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa malam ini, bersama dengan teman saya Yair Lapid, saya mengambil langkah paling Zionis dan patriotik yang pernah kami ambil untuk negara kami,” kata Bennett dalam pernyataan bersama yang disiarkan televisi dengan Lapid, pada Minggu (26/4). Sementara menurut Lapid, negara Israel membutuhkan persatuan “seperti udara untuk bernapas.”

Keduanya meyakini bahwa koalisi ini akan membawa kemenangan besar dan membuka era baru bagi Israel.

Hingga saat ini, pemerintahan Netanyahu dinilai gagal untuk menangani kegagalan intelijen dan militer sebagai pemicu serangan Hamas kepada Israel 7 Oktober 2023 lalu. Oleh karena itu, Salah satu agenda utama koalisi Beyahad jika memenangi pemilu adalah membentuk komisi penyelidikan nasional untuk mengusut tuntas hal tersebut.

Sebelumnya, Bennett dan Lapid pernah menjabat sebagai perdana menteri melalui kesepakatan rotasi dalam pemerintahan koalisi yang mereka bentuk pada 2021, yang kala itu mengakhiri 12 tahun kekuasaan Netanyahu. Dengan kembali bersatunya kedua pihak, maka faksi politik yang dipimpin Bennet tersebut merupakan langkah itu sebagai kemitraan antara kubu tengah dan kanan.

Tim Redaksi

Scroll to Top