Penembakan dii Pesta Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Trump Selamat

Dok. NPR

WASHINGTON, D.C. — Seorang pria ditangkap setelah melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan pada acara makan malam Asosiasi Wartawan Gedung Putih pada Sabtu (25/4) waktu setempat, yang memicu evakuasi Presiden Donald Trump dan istrinya, Melania Trump, yang sedang hadir di sana.

Seorang agen Secret Service terluka ketika pelaku, yang telah diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen, menembaknya dengan senapan. Allen berhasil dijatuhkan dan ditangkap oleh agen lainnya. Petugas tersebut dikonfirmasi selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya, demikian dikonfirmasi Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih. 

Para tamu pesta menggambarkan suasana saat itu: para tamu yang mengenakan gaun pesta dan tuksedo bersembunyi di bawah meja sementara tembakan terdengar dari bagian belakang ballroom.

“Dia menyerang dari jarak 50 yard (sekitar 45 meter), jadi dia masih sangat jauh dari ruangan itu. Dia bergerak. Dia benar-benar bergerak,” kata Trump.

Allen membawa beberapa pisau, pistol, dan senapan. Catatan sipil menyebutkan bahwa ia adalah seorang guru di Torrance, California. Motivasinya masih belum diketahui. “Menurut informasi sebelumnya, sepertinya dia (Allen) merupakan tamu di hotel tersebut,” ujar Jeffery Carroll, kepala interim polisi Washington, D.C.

Serangan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan mengenai keamanan yang dijaga oleh Secret Service, terutama bagaimana Allen bisa membawa senjata itu masuk ke dalam hotel.

Ini juga bukan kali pertama Trump menghadapi serangan politik. Pada 2024, Trump selamat dari upaya pembunuhan di Butler, Pennsylvania, yang dilakukan oleh Thomas Crooks, seorang pemuda berusia 20 tahun. Serangan ini melukai telinga atasnya. Dua bulan kemudian, Ryan Routh didakwa atas upaya pembunuhan setelah bersembunyi di semak-semak di Trump International Golf Club dengan membawa senjata.

Tim Redaksi

Scroll to Top