Iran Tembak Jatuh Dua Pesawat Tempur AS

Dok. Air Force Times

TEHERAN – Pasukan Iran dilaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur Amerika Serikat pada Jumat (3/4). Pesawat pertama, jet F-15E Strike Eagle berawak dua orang, jatuh akibat tembakan pertahanan udara Iran di selatan Iran. Sementara pesawat kedua, jet serang darat A-10 Warthog, terkena tembakan dan jatuh di wilayah udara Kuwait, pilotnya berhasil melontarkan diri.

Selain itu, di media sosial telah beredar sebuah video yang menunjukkan sebuah helikopter UH-60 Black Hawk milik AS terbakar dan jatuh dari langit. Namun, AS belum memberikan konfirmasi mengenai klaim penembakan yang menyebabkan helikopter jatuh ini.

Insiden ini meruntuhkan klaim AS mengenai “supremasi udara” mereka di langit Iran. Iran bahkan menjanjikan imbalan sebesar $66,100 bagi siapa saja yang berhasil menangkap hidup-hidup kombatan musuh tersebut. Di platform X, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyindir bahwa target perang AS dan Israel kini telah terdegradasi, dari yang awalnya bermisi “pergantian rezim” kini berubah sekadar menjadi operasi pencarian pilot mereka yang hilang.

Pentagon mengonfirmasi bahwa satu pilot telah berhasil diselamatkan. Namun, kru kedua dari jet F-15E tersebut masih berstatus hilang di wilayah Iran. Presiden AS Donald Trump telah menerima taklimat terkait insiden ini.

Di front lain, militer Israel terus melanjutkan serangannya ke wilayah Lebanon dan membomardir “infrastruktur Hizbullah” di Beirut. Sementara itu, pasukan Iran meluncurkan serangan rudal ke arah kota Bnei Brak, Israel. Kantor berita AFP juga mengonfirmasi terdengarnya suara ledakan di wilayah utara Teheran.

Sementara itu, Donald Trump mendesak Senat AS untuk menyetujui anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dolar AS, yang anggarannya akan ditarik dengan memangkas sektor lain. Usulan ini akan mendongkrak anggaran pengeluaran Pentagon hingga 40 persen, menjadikannya lonjakan anggaran militer terbesar sejak Perang Dunia II.

Tim Redaksi

Scroll to Top